Terbangun seperti dari tidur yg panjang, semuanya terasa berbeda.. Seperti ada yg hilang.. at Ayha’s Room – Read on Path.
Maafkan malam hanya bisa jadi bayang
Menemani gelap-gelap yang kelam
Mungkin jiwa ingin terang
Tapi malam tak punya bintang
Rembulan pun hilang
Maafkan malam yang menjadi aral rintangan
Menahan langkah-langkah yang ingin disatukan
Mungkin jiwa berharap dibebaskan
Tapi malam tak memiliki kekuatan
Hanya memohon keajaiban
Jangan salahkan malam
Karena kita tak bersama malam ini
Maafkan malam hanya bisa menjadi saksi rindu kita..
Bila kita punya niat baik, Tuhan pasti buka jalan. Bila kita yakin dan bersungguh-sungguh apapun yang kita inginkan insya Allah akan tercapai. Setidaknya itulah yang berusaha aku lakukan untuk awal Juni ini dan seterusnya.
Sebuah resolusi yang akan sangat berarti dalam kehidupan pribadiku, dengan keluarga dan juga sahabat-sahabat terkasihku.
Sekarang Tuhan telah membukakan jalan, dan aku dengan mengucapkan namaNYA melangkahkan kaki ini ke jalan itu.
Bismillah…
Dengan segala harap dan dengan tanpa ragu, aku memulai langkah baru ke sebuah cerita yang baru, dan meninggalkan masa lalu..
Sepertinya lagu ini bisa beri energi sdikit di pagi ini… – Preview it on Path.
Kalo meminta maaf itu adlh sebuah keterpaksaan, sebaiknya tidak usah mengumbar maaf, memutuskan untuk memaafkan itu jauh lebih berat loh.. – Read on Path.
Happy New Year! :D Happy 2013! ;* ♥ =)
#Happy #new #year #NewYear #2013 (at Angono, Rizal)
happy new year
Sungguh aku tak ingin diam
saat bayangmu menjadi nyata dalam hayalku
menoreh sebuah warna yang belum mampu aku cerna
apakah itu cinta??
Detik - detik waktu terasa berhenti
memberiku ruang untuk merupa wajahmu
dalam setiap kepingan sel dan helai neuron di otakku
apakah ini yang disebut rindu??
Ah….
Kepada siapa lagi harus kutebarkan tanya
sedangkan hati ini belum mampu memberi tafsir
kecap dari rasa yang menggantung dalam bimbang
Mungkin rasaku tlah tersesat diantara tatapanmu
tertinggal dalam bingkai pendek dari pertemuan kita di mimpiku
Tapi..
hanya satu yang aku tahu dengan pasti
bahwa dalam setiap jengkal perjalanan waktuku
ku hanya ingin berada di sisimu
Ku ingin secepatnya bertemu…
Aku menulis lagi
Melupakan sungai yang pernah ku sebrangi
Melupakan gunung yang pernah ku daki
Melupakan jalan yang pernah ku susuri
Aku menulis lagi
Tentang cinta yang tak kunjung menyapa
Tentang hati yang tak jua terpaut
Tentang jiwa yang tak pula berhenti resah
Aku menulis lagi
Tentang pertemuan sebatas mata
Tentang percakapan sebatas senyum
Tentang lidah kelu tak berkata apa-apa
Aku menulis lagi
Dan tak kan berhenti menulis
Hingga ada kerling mata menjelma sapa
Hingga senyum menjelma tanya
Aku menulis lagi
Dan kan terus menulis
Walau sungai sudah mengering
Walau gunung merata tanah
Walau desa tak lagi bertumbuh orang
Aku menulis lagi
Hingga aku mati dalam sepi